1. DASAR PEMBANGUNAN KESEHATAN.
th
doc .kesehatan
  1. Dasar perikemanusiaan
  2. Dasar Pemberdayaan dan Kemandirian
  3. Dasar Adil dan Merata
  4. Dasar Pengutamaan dan Manfaat
Isu Strategis Pembangunan Kesehatan
  1. Kerja sama lintas sektoral :
1.    Masalah nasional yang tidak dapat terlepas dari berbagai kebijakan dari sector lain.
2.    Kurangnya dukungan lintas sektoral
3.    Manajemen pelayanan kesehatan.
  1. Sumberdaya manusia Kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
    1. Mutu sumber daya manusia kesehatan
    2. Nilai-nilai moral yang dianut dan diterapkan
  1. Mutu dan keterjangkauan pelayanan Kesehatan
1.    Sebaran sarana pelayanan kesehatan
2.    Mutu pelayanan kesehatan
  1. Pengutamaan dan sumber daya pembiayaan upaya kesehatan
Upaya kesehatan masih kurang mengutamakan pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan serta pencegahan penyakit, dan kurang didukung oleh sumber daya pembiayaan yang memadai.

Visi Dan Misi Pembangunan Kesehatan
  1. VISI.
PAPUA  SEHAT 2015
  1. MISI
    1. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan.
    2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
    3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
    4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.
KEBIJAKAN UMUM DAN STRATEGI PEMBANGUNAN KESEHATAN
Tujuan Pembangunan Kesehatan.
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2015 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesahatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan prilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal diseluruh wilayah PAPUA.
Sasaran pembangunan Kesehatan
  1. Prilaku hidup sehat
  2. Lingkungan Sehat
  3. Upaya kesehatan
  4. Manajemen Pembangunan kesehatan
  5. Derajat Kesehatan
Kebijakan Pembangunan Kesehatan
    1. Peningkatan kerja sama lintas sektoral.
    2. Kerjasama lintas sektoral harus mencakup pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian serta melandaskan dengan seksama pada dasar-dasar pembangunan kesehatan.
    3. Peningkatan prilaku, pemberdayaan masyarakat dan kemitraan swasta
    4. Peran masyarakat swasta dan organisasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan terutama melalui penerapan konsep pembangunan kesehatan mayarakat tetap didorong dan bahkan dikembangkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan serta kesinambungan upaya kesehatan.
    5. Peningkatan Kesehatan lingkungan
    6. Kesehatan lingkungan perlu diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat yaitu keadaan lingkungan dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia.
    7. Peningkatan Upaya Kesehatan
    8. Penyelenggaraan upaya kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu berkesinambungan melalui upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan kesehatan serta upaya khusus melaui pelayanan kemanusiaan dan darurat atau krisis. Selanjutnya pemerataan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan perlu terus menerus diupayakan
    9. Peningkatan Sumberdaya kesehatan
    10. Pengembangan tenaga kesehatan ertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan atau daya guna  tenaga dan penyediaan jumlah serta mutu tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang mampu melaksanakan pembangunan kesehatan.
    11. Peningkatan kebijakan dan manajemen Pembanguna Kesehatan
    12. Kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan sangat perlu untuk dtingkatkan terutama melalui peningkatan secara strategis dalam kerja sama antar sector kesehatan dengan sector lain yang terkait dan antara berbagai program kesehatan serta antara para pelaku dalam pembangunan kesehatan sendiri.
    13. Peningkatan ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan
    14. Penelitian dan pembangunan ilmu pengetahuan dan tekhnologi didorong untuk meningkatkan pelayanan gizi, pendayagunaan obat dan pengembangan obat asli Indonesia, pemberantasan penyakit dan perbaikan lingkungan.
    15. Peningkatan Lingkungan social Budaya
    16. Peningkatan ketahanan social budaya masyarakat melalui peningkatan pendidikan khususnya bagi wanita dan anak-anak serta peningkatan sosio-ekonomi masyarakat
Strategi Pembangunan Kesehatan
1.    Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan.
Faktor – factor yang mempengaruhi :
    1. Wawasan kesehatan sebagai azas pembangunan Nasional
    2. Paradigma sehat sebagai  komitmen gerakan Nasional
    3. Sistem yang mendorong aspek promotif dan preventif dalam pemeliharaan kesehatan komprehensif.
    4. Dukungan sumber daya yang berkesinambungan
    5. Sosialisasi internal dan eksternal
    6. Restrukturisasi dan revitalisasi infrastruktur terutama yang terkait dengan rencana desentralisasi.
2.    Profesionalisme
Faktor penentu keberhasilan mencakup :
1.    Pemantapan manajemen sumber daya manusia
2.    Pemantapan aspek ilmu dan tekhnologi, iman dan takwa serta etika profesi.
3.    Penajaman konsep profesionalisme kedokteran dan kesehatan.
4.    Penciptaan aliansi strategis dengan pihak-pihak yang turut memainkan peranan penting dalam mewujudkan visi Indonesia sehat 2015.
SASARAN
  1. Perilaku hidup sehat.
  2. Lingkungan sehat
  3. Upaya Kesehatan
  4. Manajemen pembangunan kesehatan
  5. Derajat Kesehatan
KEBIJAKAN
1. Peningkatan kerjasama lintas sektoral : Hali harus mencakup tahap perencanaan dan penilaian serta melandaskan dengan seksama pada dasar-dasar pembangunan Kesehatan.
2. Peningkatan Prilaku, Pemberdayaan masyarakat dan kemitraan swasta : Peran masyarakat swasta dan organisasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan terutama melalui penerapan konsep pembangunan kesehatan masyarakat tetap didorong dan bahkan dikembangkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan serta kesinambungan upaya kesehatan.
3. Peningkatan kesehatan lingkungan : Kesehatan lingkingan perlu diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat yaitu keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia.
4.  Peningkatan Upaya kesehatan : Penyelenggaraan upaya kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan melalui upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan serta upaya khusus melalui pelayanan kemanusiaan dan darurat atau krisis. Selanjutnya pemerataan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan perlu teru – menerus diupayakan.
5.  Peningkatan Sumber daya kesehatan.
      Pengembangan tenaga Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan atau daya guna tenaga dan penyediaan jserta mutu tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang mampu melaksanakan pembangunan kesehatan.
Jaminan Pemeliharaan kesehatan Masyarakat ( JPKM )
Faktor Penentu keberhasilan Mencakup :
  1. Komitmen dan pencanangan JPKM bersama gerakan Paradigma sehat.
  2. Dukungan peraturan perundang – undangan
  3. Sosialisasi Internal dan eksternal
  4. Intervensi pemerintah terutama dalam inisiasi penghimpunan dana awal.
  5. Kebijakan yang memberi keleluasaan pengelolaan secara bertanggung jawab.
DESENTRALISASI
Faktor penentu keberhasilan mencakup :
  1. Keseimbangan dan sinergis azas-azas desentralisasi, dekonsentralisasi dantugas pembantuan.
  2. Penegasan jenis dan peringkat kewenangan.
  3. Kejelasan pedoman pengelolaan disertai dengan indicator / parameter kinerja kota sehat dan kabupaten sehat.
  4. Evidence Based analisis digunakan sebagai landasan penetapan program.
  5. Pemberdayaan : Kemampuan/Kapasitas untuk menerapkan desntralisasi.
  6. Sistem dan kebijakan SDM yang mendukung.
  7. Infrastruktur lintas sektoral yang menunjang
  8. Mekanisme pengendalian yang andal
PROGRAM PEMBANGUNAN Kesehatan
  1. Pokok program prilaku, pemberdayaan dan kemandirian Masyarakat
  2. Pokok program Lingkungan sehat
  3. Pokok program upaya kesehatan
  4. Pokok program pengawasan obat, makanan dan bahan berbahaya
  5. Pokok program pengembangan Sumber Daya Kesehatan
  6. Pokok program Kebijakan dan manajemen Pembangunan Kesehatan
  7. Pokok program Ilmu pengetahuan dan teknologi Kesehatan
INDIKATOR KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KESEHATAN.
INDIKATOR INPUT : Dapat dilihat dari kebijaksanaan manajemen ( Man, Money, Material, Method, dsb ).Struktur organisasi serta kondisi keadaan masyarakat pada saat ini :
  1. Komitmen politik  mengenai kesehatan bagi semua.
  2. Alokasi sumber daya, pembiayaan Kesehatan 5 % dari total pembayaan nasional dan pembiayaan pembangunan daerah.
  3. Penyebaran Pendapatan
  4. Angka melek huruf orang dewasa.
  5. Ketersediaan sarana kesehatan, Penyebaran dan penggunaannya.
  6. Tingkat pertumbuhan penduduk
  7. Penduduk yang ikut JPKM
  8. Kerangka Organisasi dan proses manajerial.
INDIKATOR PROSES : Adanya kemajuan dalam proses manajemen baik dalam perencanaan, organisasi, staffing, koordinasi, pelaporan dan pembiayaan, misalnya :
  1. Keterlibatan masyarakat dalam mencapai kesehatan bagi semua.
  2. Tingkat desentralisasi pengambilan keputusan, pengembangan dan penetapan suatu proses manajerial bagi pembangunan kesehatan nasional atau pembangunan daerah.
  3. Wanita hamil yang memeriksakan kehamilan
  4. Penduduk yang tidak merokok dan tidak minum minuman keras.
INDIKATOR OUTPUT : Misalnya :
Cakupan :
  1. Cakupan pelayanan kesehatan dasar.
  2. Cakupan pelayanan rujukan.
Status kesehatan ;
  1. Status gizi dan perkembangan Psikososial anak
  2. Angka kematian bayi, angka kematian anak, umur harapan hidup waktu lahir dan angka kematian ibu.